+62-812-1417-0258
Benefit SIX SIGMA dalam PEOPLE DEVELOPMENT

Benefit SIX SIGMA dalam PEOPLE DEVELOPMENT

Hampir 10 tahun terakhir ini saya mengamati serta terlibat langsung dalam program six sigma di beberapa perusahaan, mulai dari program pelatihan six sigma (Yellow Belt, Green Belt dan Black Belt) hingga implementasi project six sigma secara langsung, mulai dari berperan sebagai team member, project leader, hingga menjadi six sigma trainer, project coach dan project Champion.


Sangat jelas bahwa benefit six sigma pada umumnya di lihat dari faktor yang tangible (Terlihat dan terukur) seperti cost saving, perbaikan kualitas, peningkatan produktivitas hingga kecepatan process yang lebih baik.


Sering kali organisasi/perusahaan mengesampingkan benefit yang intangible (tidak terlihat dan sulit di ukur) seperti kepuasan karyawan, lingkungan kerja yang lebih baik hingga fungsi yang sering di lupakan yaitu people development.


Betul, people development! Hal tersebut seringkali di alamatkan kepada fungsi HRD melalui training soft skill seperti leadership, supervisory skill hingga succession planning dan retention program (Baca: people development adalah tugas dan tanggung jawabnya HRD).


Dengan bekal pengalaman pribadi dan pengamatan dalam beberapa tahun terakhir, ternyata ada korelasi yang sangat kuat antara six sigma dengan people development. Benar, Six Sigma membantu organisasi atau perusahaan dalam people development! Adapun beberapa poin penting yang mendukung korelasi tersebut yaitu:


1.    Six Sigma merupakan pendekatan problem solving yang terstruktur dengan tools yang cukup lengkap, hal ini membuat setiap individu yang mengimplementasikan six sigma memiliki kemampuan dalam penyelesaian masalah, semakin sering terlibat dalam project six sigma, maka individu tersebut dengan sendirinya akan terbiasa dan semakin matang dalam menyelesaikan setiap masalah yang terjadi

2.    Six sigma fokus dijalankan dengan pendekatan manajemen project secara professional, mulai dari membuat project charter, timeline, project control plan dan project commissioning yang jelas. Hal tersebut membantu dalam mengorganisir pekerjaan, tugas dan tanggung jawab yang jelas serta meningkatkan kemampuan dalam fungsi kordinasi bagi setiap individu yang tentu saja akan sangat di butuhkan bagi seorang calon pimpinan

3.    Six Sigma selalu bicara dengan data dan fakta, setiap keputusan di ambil berdasarkan data dan fakta yang valid dan akurat begitupun saat melakukan analisa dari setiap isu yang terjadi di lapangan

4.    Six sigma mengajarkan untuk selalu berfikir out of the box dalam mencari solusi permasalahan dan selalu melihat peluang perbaikan (continuous improvement) melalui prinsip “There is no best a way, there is only a better way”

5.    Six Sigma selalu mengajarkan pendekatan problem solving dan collaboration dalam setiap penyelesaian masalah atau manajemen konflik, sebuah pendekatan yang efektif bagi setiap individu dalam memimpin sebuah tim, meningkatkan team work dan engagement. Prinsip utamanya adalah “no blaming people”, sangat jelas ini akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif


Pastinya masih banyak point yang lain, tetapi 5 point tersebut di atas sudah cukup menggambarkan bahwa benefit lain dari implementasi Six Sigma program di sebuah organisasi akan dapat membantu people development di organisasi tersebut, hal ini tentunya melalui proses coaching dan mentoring project six sigma yang jelas dan terarah (Baca: bukan sebuah proses yang instant).


Dengan pola pikir six sigma, individu-individu tersebut akan memiliki 5 kemampuan utama:

1.    Individu yang matang dalam menyelesaikan setiap masalah di lapangan

2.    Individu yang memiliki kemampuan dalam manajemen project, manajemen tim dan kemampuan kordinasi yang baik (Baca: good leadership and managerial skill)

3.    Individu yang selalu menggunakan data dan fakta dalam setiap penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan

4.    Individu yang memiliki pola pikir continuous improvement, selalu mencari inovasi baru dan fokus pada tindakan preventive

5.    Individu yang mampu menumbuhkan semangat tim melalui team work dan collaboration serta menghilangkan prinsip “blaming people”


Tentu saja 5 hal di atas adalah merupakan syarat penting yang harus di miliki oleh calon-calon pemimpin baru di sebuah organisasi/perusahaan dan Six Sigma bisa menjadi solusi alternative selain tentunya program HRD yang sudah ada.


Bagaimana dengan pendapat anda?


About author: Adi Permana berpengalaman sebagai Six Sigma Master Black Belt, Six Sigma Trainer, Quality leader dan founder LSS GURU Consulting. Memiliki passion besar di bidang process improvement, operational excellence dan quality management.

Share This

Comments